Tampilkan postingan dengan label riddle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label riddle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Mengenal Jack the Ripper

Deskripsi kalau seseorang berjubah hitam yang nampak dari kabut, mencabut nyawa korbannya dengan cepat lantas menghilang di kegelapan. Serta dia tidak pernah tertangkap atau tersingkap. 

Ketika masalah itu nampak, sesungguhnya nama Jack The Ripper bahkan juga belum ada. Tetapi media serta kepolisian banyak terima surat. Ada yang coba berikan anjuran, ada yang coba memberitahu jati diri pelaku dsb. Hingga satu hari ada surat yang datang dari seorang yang mengakui sebagai pelaku dari semuanya rentetan masalah pembunuhan sadis itu. Serta di bawahnya tercatat nama Jack The Ripper. 

Awalnya surat itu tak di perhatikan, lantaran memanglah banyak surat seperti itu terlebih dulu. Tetapi selang beberapa saat nampak lagi satu surat yang dikira dari orang yang sama (lantaran style tulisan, bentuk tulisan dsb) serta dibawahnya juga tercatat nama Jack The Ripper. Mulai sejak waktu itu, polisi serta orang-orang menyebutkan pelaku masalah itu dengan nama Jack The Ripper. Satu diantara kalimat dalam surat itu yaitu “They say I’m a doctor…hahahaha…. ”. 
Argumen mengapa kepolisan mulai meyakini surat itu yaitu lantaran Jack menyebutkan bakal kirim potongan telinga satu diantara korbannya. Salah seseorang korban yang diketemukan polisi memanglah kehilangan telinganya. Tetapi kiriman ini tak pernah ada. 

Yang ada selanjutnya yaitu kiriman selembar surat dan potongan ginjal manusia yang sudah diformalin. Surat itu tak akan ditulis dengan nama pengirim Jack, namun ‘From Hell’. Dari kata berikut judul film From Hell di ambil. Apakah surat ketiga ini memanglah dari orang yang sama atau orang lain, sebenarnya juga tidak pernah tersingkap. Kenyataan-fakta seperti berikut yang pada akhirnya bikin Jack The Ripper jadi legenda. Satu diantara masalah pembunuhan berantai paling mengerikan dalam histori yang dikerjakan oleh seseorang “devil” yang dijuluki Jack The Ripper dibagian Timur London, England. Selama tempo satu era, misteri yang menyelubungi masalah pembunuhan brutal itu masihlah jadi satu sinyal bertanya yang belum sukses terjawab. Terdapat banyak sebab yang jadikan “Jack The Ripper” dijuluki sebagai lagenda kejahatan dalam histori, yakni terkecuali sang pelaku-nya yang masihlah misterius sampai sekarang ini, corak kejahatan yang dikerjakannya juga begitu mengerikan serta brutal!! korban-korbannya disembelih, ditikam, badan dibelah serta organ-organ dalam-nya di keluarkan. 

Sesungguhnya, mangsa Jack The Ripper yang sering juga dijuluki ˜Pembunuh Whitechapel hanya lima orang pelacur, meskipun ada pendapat yang menyampaikan jumlahnya dapat lebih dari pada itu. Serta semuanya kegiatannya itu ia kerjakan cuma dalam periode waktu 3 bln. saja. 

Namun, bagaimanapun juga kekejaman serta misteri pembunuhnya jadikan masalah pembunuhan berantai ini begitu popular sampai waktu saat ini. Beberapa pertanyaan bermunculan dari masalah ini. 
Siapakah sesungguhnya sang pembunuh berantai di balik julukan “Jack The Ripper” itu? serta kenapa ia cuma membunuh sepanjang tiga bln. dan lima mangsa saja? Kenapa semuanya korbannya yaitu pelacur? Apa maksudnya membunuh dengan kejam dan kenapa dia pada akhirnya hentikan aktivitas itu? Sedikit panduan konkrit yang diperoleh untuk menelusuri jejak sang pembunuh. Jack the Ripper digambarkan begitu mahir “memainkan” pisau-pisau mematikannya, memiliki pengetahuan anatomi badan manusia yang cukup baik, dan penguasaan tehnik membedah serta memotong bebrapa sisi badan manusia dengan begitu prima. 
Yang dapat disebutkan lebih hebat lagi, semuanya pembataian itu ia kerjakan ditengah gelap-nya malam, bisa disebut tanpa ada penerangan yang cukup. 
Semua misteri itu berawal pada tanggal 31 Agustus 1888. Sekitaran jam 4. 00 awal hari saat setempat, seseorang masyarakat menjumpai mangsa pertama sang “devil” yakni Mary Ann Nichols, 42, di Whitechapel, East End. 

Mayat wanita malang itu diketemukan oleh seseorang masyarakat setempat dalam kondisi tewas mengenaskan. Bahkan juga sebagian polisi yang datang ke TKP juga cukup tekejut saat lihat keadaan mayat. Dokter yang mengecek mayat itu merasakan beberapa badannya masihlah panas, ini tunjukkan mungkin saja wanita ini dibunuh lebih kurang sekitaran 1/2 jam sebelumnya jasad-nya diketemukan. Ada kesan sayatan benda runcing pada rahang kiri korban, diluar itu diprediksikan perutnya juga dibelah memakai pisau panjang bergerigi, dan ada banyak luka tikaman pada bagian-bagian badan yang lain. Polisi sedikit mempunyai panduan tentang masalah pembunuhan ini, kerana tak ada saksi yang lihat atau mendengar nada teriakan korban saat malam peristiwa. Diluar itu tak didapati juga ada-nya senjata tajam yang ditinggalkan sang pelaku di TKP. 

Pada 6 Agustus 1888 sebelumnya masalah pembunuhan Mary, seseorang pelacur yang lain, Martha Tabram, 39, didapati tewas di George Yard dengan luka tikaman benda tajam sejumlah 39 kali pada leher serta sisi kemaluan. 
Dari hasil autopsi pada jasad wanita itu, dijumpai leher sang korban ikut digorok serta perutnya dibelah. Sebagian pihak memiliki pendapat, pembunuhan Martha adalah satu diantara “hasil karya” Jack The Ripper. Hingga banyak spekulasi menyampaikan kalau Martha adalah korban pertama dari rentetan masalah pembunuhan berantai ini. 
Delapan hari selepas kematian Mary, masyarakat Whitechapel kembali di-gemparkan oleh penemuan sesosok mayat wanita. kesempatan ini menerpa seseorang pelacur, Annie Chapman, ia juga diketemukan tewas dalam kondisi mengenaskan 

Pakar bedah forensik menyampaikan kalau Annie tewas dua jam sebelumnya jasadnya diketemukan. Mereka juga merasakan beberapa kulit perut Annie dibedah, tulang rusuknya dipotong-potong, isi perut serta organ-organ seperti jantung di keluarkan serta ditempatkan di bahu sang korban. Edannya lagi, beberapa kemaluannya juga dipotong!! Sebagian saksi menyampaikan lihat Annie tengah bercengkrama dengan seseorang lelaki yang mempunyai tanda-tanda berkulit gelap, menggunakan topi pemburu rusa serta berjubah hitam pada pukul 5. 30 pagi. 
Info beberapa saksi yang ikut mengacu pada “orang asing”, bikin polisi menyimpulkan pembunuh yaitu pendatang Yahudi serta menyebabkan sentimen di kelompok masyarakat pribumi. 
Seseorang Yahudi, John Pizer yang ikut di kenal sebagai Apron Kulit ditahan, tetapi ahirnya ia dibebaskan lantaran ia tidak dapat dibuktikan bersalah serta tak berkaitan dengan masalah pembunuhan itu. 
Mangsa ketiga serta ke empat Jack the Ripper diketemukan pada hari yang sama yakni 30 September 1988. Kesempatan ini korbannya yaitu Elizabeth Stride, 45. Ia didapati tewas berlumuran darah di Dutfield Yard kurang lebih jam 1. 00 pagi dengan sisa cekikan dileher serta diduga ia mati lebih kurang 30 menit sebelumnya jasadnya diketemukan. Saat malam itu juga, polisi sekali lagi dikagetkan dengan penemuan mayat yang juga diketemukan dalam keadaan yang mengenaskan, kurang lebih 1. 6 km. dari tempat penemuan mayat Elizabeth.  

Korban ke-2 di hari itu yaitu Catherine Eddowes, 46. Ia juga diketemukan dalam kondisi tewas berlumuran darah, ada sisa cekikan di lehernya, badannya dibelah dari dada hingga selangkangan serta isi perutnya terburai keluar. 
Tak ketinggal rahimnya juga turut dipotong serta di keluarkan, mukanya hancur lantaran dikuliti, kelopak mata kanannya dicungkil, hidung serta telinganya nyaris putus. Korban tewas kurang 30 minit sebelumnya diketemukan. 


Di TKP, Polisi temukan sehelai syal/selendang punya sang korban yang berlumuran darah serta didekat-nya ada tulisan kapur pada dinding yang berbunyi : 
“The Juwes are The men That Will not be Blamed For nothing” (Yahudi yaitu pihak yang akan tidak dapat disalahkan tanpa ada sebab). 
Dari sinilah Polisi dapat mengambil rangkuman, kalau seseorang Yahudi-lah yang ada di balik masalah pembunuhan berantai legendaris ini. 
Sedang korban ke lima di ketahui bernama Mary Jane Kelly. “Ginger”, nama panggilan M. J. Kelly, juga diketemukan dengan keadaan yang sama mengerikannya dengan korban-korban yang lain. Jasadnya diketemukan pada 9 September 1988, dikamar sewaannya yang berada di Miller’s Court, off Dorset Street, Spitalfields. 

Lima Orang korban Keganasan Jack the Ripper 

Sebagian sangkaan-dugaan mengenai sosok Jack the Ripper : 
Jack The Ripper disangka mempunyai kebencian sekalian rasa takut pada wanita yang mendalam, serta itu juga menerangkan mengapa dia “berkata” sudah membawa pulang “rahim” wanita untuk disimpan (setengahnya “katanya” dia makan serta setengahnya dia kirim ke polisi lewat suratnya “The Hell”). Suatu hal yang wanita miliki serta laki2 tak. Diluar itu dia juga bikin korbannya netral (tak berkelamin) dengan memotong bagian2 spesifik yang bikin korbannya tak dikenali lagi sebagai wanita. Juga, dia “berkata” sudah membawa pulang ginjal serta telinga korbannya.

Tahu bila korbannya melakukan prostitute, mungkin saja dia sejenis memiliki dendam pribadi pada prostitute. Mungkin saja dia pernah disakiti/ditinggalkan orang yang demikian disayanginya untuk bekerja sebagai WTS (note : 95% wanita di East End meninggalkan keluarga serta anak-anaknya untuk bekerja sebagai WTS lantaran ekonomi yang betul-betul kronis di tengah-tengah ibukota Inggris. Mungkin saja ibunya yang menginginkan dia bunuh?) 

Ada pula sangkaan bila pelaku yaitu seseorang dokter atau sekurang-kurangnya orang yang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bagian operasi bedah lantaran sayatan2 di badan korbannya begitu rapi yang cuma dapat dikerjakan memakai alat-alat operasi/bedah kedokteran yang memerlukan ketrampilan spesial. besar kemungkinan saat lalunya suram. mungkin saja suram sekali. Sangkaan polisi, pelakunya yaitu tukang jagal, dokter, atau tukang cukur. Tak mesti dokter seandainya dia miliki pengetahuan anatomi badan manusia.

Kasus Pembunuhan yang Belum Terselesaikan

1. Charlie Chop-Off 

Seseorang pembunuh berantai memperoleh julukan Charlie Chop-Off lantaran caranya yang teramat brutal dalam menghabisi korbannya. Pembunuh itu mempunyai rutinitas untuk menusuk anak lelaki Afrika-Amerika dengan cara berulangkali dan kemudian berujung pada mutilasi genital.



Korbannya yaitu seseorang anak lelaki berumur delapan th. bernama Douglas Owen. Owen diketemukan pada tanggal 9 Maret 1979 di satu atap gedung di Manhattan. Owen ditusuk sejumlah 38 kali serta alat kelaminnya dimutilasi.

Kian lebih dua anak lelaki dibunuh lewat cara yang sama. Sebagian tersangka sudah di tangkap, tetapi lalu dilepaskan lantaran tidak ada bukti yang kuat. Sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa yang tega membunuh seorang lewat cara yang kejam seperti itu.

2. The Honolulu Strangler 

The Honolulu Strangler yaitu pembunuh berantai pertama yang nampak di Hawaii. Pembunuh ini di ketahui sudah menghabisi nyawa lima orang perempuan muda di th. 1980-an. Korban pertamanya yaitu perempuan berumur 27 th. bernama Vicky Purdy. Badannya diketemukan pada bln. Mei 1985. Ia diperkosa, dicekik dengan tali serta tangannya diikat di belakang punggung. Lalu korban-korban selanjutnya juga diketemukan ditempat yang sama. Banyak sangkaan yang nampak tentang masalah ini tetapi hingga saat ini belum menjumpai rangkuman yang pas.

3. Stoneman 

Stoneman yaitu pembunuh berantai paling populer di India. Ia disangka sudah membunuh kian lebih 13 orang di Kolkata serta 12 orang di Bombay. Korban pertama Stoneman diketemukan di bln. Juni 1989 yang disebut seseorang gelandangan. Gelandangan itu dibunuh dengan pukulan di kepala memakai batu.



Sama dengan masalah pembunuhan tidak tersingkap yang lain, masalah ini menjumpai jalan buntu lantaran minimnya info serta motif pembunuh belum terang sampai saat ini.

4. The February 9th Killer 



The February 9th Killer yaitu pembunuh berantai yang diakui bertanggungjawab atas pembunuhan Sonia Mejia serta anak yang masihlah ada pada kandungannya, dan pembunuhan Damiana Castillo di daerah Utah. Ke-2 perempuan ini dicekik di apartemen mereka. Ke-2 pembunuhan ini berlangsung pada tanggal 9 Februari. Banyak spekulasi yang mengedar, tetapi lantaran tidak menjumpai titik jelas jadi masalah ini dibekukan pada th. 2011.

5. Jack the Ripper 

Jack The Ripper yaitu pembunuh berantai paling populer di London. Ia nampak pada th. 1888 di daerah miskin serta kumuh di Whitechapel London. Ke lima korban Jack yaitu pekerja sex komersial serta dibunuh lewat cara yang sama yakni digorok lehernya memakai senjata tajam. Sesudah dibunuh umumnya Jack memutilasi serta mengambil organ dalam korbannya.



Mengingat pembunuhan ini demikian rapi serta langkah Jack memotong korbannya demikian pakar, ada sangkaan kalau Jack yaitu seseorang dokter yang tengah melakukan eksperimen. Sampai saat ini, telah kian lebih 100 teori yang dikemukakan tentang siapa Jack The Ripper sesungguhnya. Tetapi kebenarannya belum tersingkap.

6. The Babysitter Killer 



The Babysitter Killer bertanggungjawab atas pembunuhan sekurang-kurangnya empat orang anak. Pembunuhan itu berlangsung pada th. 70-an di Oakland County, Michigan. Semuanya korbannya yaitu anak lelaki yang berumur sekitaran 10 sampai 12 th. serta mereka diketemukan ditempat yang sama. Sebelumnya dibunuh korban umumnya dicekik serta alami kekerasan seksual. Sesudah ditutup lama, masalah ini di buka kembali th. 2012.

7. Jack the Stripper 



Jack The Stripper yaitu nama panggilan dari pembunuh berantai di London pada th. 1964. Nama ini diberikan lantaran pembunuhan ini serupa seperti masalah Jack The Ripper. Sama dengan Jack The Ripper, korbannya juga adalah pekerja sex komersial. Sesudah dibunuh korbannya dibuang ke sungai Thames.

8. The Atlanta Ripper 



The Atlanta Ripper nampak pada th. 1911 di Atlanta. Orang misterius ini membunuh kian lebih 20 orang. Korban pertama The Atlanta Ripper yaitu seseorang perempuan bernama Belle Walker. Korbannya umumnya adalah wanita Afrika-Amerika. Sebagian tersangka sudah di tangkap tetapi dilepaskan lantaran kurangnya tanda bukti.

9. The Zodiac Killer 

" I like killing people because it is so much fun. "



Itu yaitu satu diantara banyak kode surat yang di kirim ke surat berita San Fransisco. Surat itu di kirim oleh seorang yang menyebutkan dianya Zodiac. Selama th. 1969, seseorang pembunuh berantai lakukan teror di residen Bay Ruang, kian lebih lima orang terbunuh. Zodiac mengelabui polisi serta wartawan selama saat. Sesudah membunuh korbannya, ia bakal kirim surat diisi kode pada kantor surat berita. Simbolnya yaitu lingkaran dengan sinyal silang di tengahnya.

Pernah ia kirim satu pakaian berlumuran darah untuk menunjukkan kalau ia yaitu pelaku pembunuhan itu. Sebagian terdakwa sudah diinvestigasi, tetapi pembunuh sesungguhnya tidak pernah tertangkap.

10. The Original Night Stalker/East Rapist 

The Original Night Stalker yaitu nama yang didapatkan pada pembunuh berantai serta pemerkosa yang telah mengonsumsi korban kian lebih 10 orang di California Selatan mulai th. 1979 sampai 1986. Pelaku itu juga terdeteksi ada di Sacramento Timur saat kian lebih 50 wanita alami pelecehan seksual dari th. 1976 sampai 1979. Pelaku yang masihlah belum di ketahui ini lalu di beri julukan The East Ruang Rapist. Di th. 2001, beragam masalah pemerkosaan di California Utara sempat juga dihubungkan dengan masalah pembunuhan yang sama di California Selatan.



The Original Night Stalker atau East Ruang Rapist tidak pernah diketemukan jati diri sebenarnya. Sebagian terduga sudah dapat dibuktikan tidak bersalah serta sampai saat ini belum ada yang dapat membuka jati diri asli pelaku.

Detektif Hebat di Dunia Nyata

1. William J. Burns 

Pengungsi dari Irlandia yang melarikan diri ke America ini disebut-sebut sebagai Sherlock holmes dari Amerika. Kemampuannya dalam memimpin serta menyelidiki sebagian masalah kejahatan membuatnya sosok yang paling banyak dibicarakan dari pertama era 20. 
William J. Burns


Satu diantara kehebatannya dalam memecahkan masalah berlangsung pada th. 1910. Di mana William J. Burns dipekerjakan untuk mempelajari pemboman gedung Los Angeles Time yang memakan banyak koban jiwa. 


Untuk memecahkan masalah itu, William J. Burns menyatukan beberapa strategi, satu yang menjadi fokus perhatiannya yaitu dinamit yang dipakai untuk mengebom gedung Los Angeles Time (Satu pemikiran yang hebat di jamannya). Lewat investgasi multi negara, ia mencari pembelian dinamit yang sukses bikin geger Negeri Paman Sam itu. Dari penelusurannya itu, tersingkap bila pemimpin serikat rakidal beli dinamit itu. 

Tak lama dari penelusurannya itu, John McNamara juga di tangkap di Indiana (1911). Dari hasil investigasi pada akhirnya John McNamara mengaku bila ia yaitu dalang dari pengeboman mengerikan itu. 

Selain masalah diatas, William J. Burns juga populer lantaran kepiawaiannya dalam mengungkapkan korupsi petinggi pemerintahan San Francisco (Eugene Schmitz serta Abe Ruef). 


2. Ellis H. Parker 

Bukanlah tanpa alasan gelar ‘Master Detective’ di tujukan padanya. Beragam masalah kejahatan sukses ia selesaikan. Ia sukses memecahkan teka-teki kejahatan yang misterius serta sulit untuk dipecahkan pada masanya. Ia pandai dalam mencari info, pandai dalam menyimpulkan tiap-tiap peristiwa serta hebatnya lagi ia pandai dalam membaca ekspresi wajah seorang. 

Lain dengan William J. Burns yang disebut seseorang Directur biro investigasi (Pendahulu FBI) yang banyak memecahkan masalah ‘besar’, Ellis H. Parker yang disebut Kepala detective dari New Jersey umumnya memecahkan masalah didalam kota ‘kecilnya’ itu. 

Ia umumnya memecahkan masalah pembunuhan dan penculikan di kotanya itu. Satu diantara yang populer yaitu saat ia sukses membuka pembunuh William Giberson (12/8/1922). Dari TKP (Tempat Peristiwa Perkara) dan hasil wawancara ia sukses menunjukkan bila pembunuh William Giberson yaitu isterinya sendiri! Ny. Luy Giberson. 

Walau sebenarnya bila ditelisik lebih jauh, ketika berlangsung pembunuhan, Ny. Luy Giberson diketemukan dengan tangan serta kaki diikat. Apabila lihat TKP, kita bakal menganggap bila dirumah itu sudah berlangsung perampokan. Didalam kamar tidur tampak penggeledahan terburu-buru, laci sudah ditarik keluar dari almari, berisi dibuang ke lantai. Baju korban penuhi ruang dengan saku celana terkeluar. 

Lantas dari mana Detective ini ‘berani’ menyimpulkan bila sang isteri sebagai dalang pembunuhan? Jawabannya yaitu dari olah TKP serta wawancara. Di TKP, Ellis H. Parker tak temukan ada pengerusakan pada pintu serta jendela. Itu mengisyaratkan bukanlah orang luar sebagai pelakunya namun orang dalam. 

Lantas dari wawancara, sang isteri mengakui dibekap mulutnya serta diikat badannya oleh dua orang di dapur. Lantas, satu diantara mereka (yang mengikat tangan serta kakinya) masuk kedalam kamar tidur serta segera menembak suaminya. Dari pengakuannya itu, Ny. Giberson lihat momen mengerikan itu serta ia memberikan bila pembunuh yang membekap mulutnya pernah komplain kenapa rekannya itu mesti membunuh suaminya. 

Walau sebenarnya dari olah KTP, sang detective yang ketika itu ada di dapur (tempat di mana Ny. Giberson di ikat serta dibekap) tidak bisa lihat kamar tidur lantaran tertutup oleh dinding. Lantas, bagaimana mungkin saja Ny. Giberson serta pembunuh yang membekap mulutnya bisa lihat momen pembunuhan itu? 

Diluar itu, Detective Ellis H. Parker yang telah menyimpan kecurigaan pada Ny. Giberson segera mencari bukti yang lain yakni : senjata yang dipakai untuk membunuh. Ia menyakini bila senjata itu masih ada didalam tempat tinggal, lantaran tersangka akan tidak mempunyai saat yang banyak untuk sembunyikan senjata mematikan itu. Dan benar saja, faktanya senjata yang diprediksikan dipakai untuk membunuh William Giberson ada di atap almari cadangan! 

Serta dari olah TKP juga diperoleh bukti beberapa surat cinta dari pria lain pada Ny. Giberson serta berasal dari surat cinta itu terungkap bila Ny. Giberson dan pria itu keduanya sama dimabuk cinta. Ia ikhlas membunuh sang suami yang setia kepadanya sepanjang bertahun-tahun untuk ‘kebebasan’ serta harta sang suami. 


3. Marcel Guillaume 

Detective kelahiran Perancis ini tak kalah hebatnya. Ia juga sukses melampaui kehebatan detective di masanya. Bila Detective William J. Burns sukses membuka kejahatan lewat penyamaran serta Investigasi, lantas Ellis H. Parker lewat olah TKP, wawancara serta dapat menilainya ekspresi muka, jadi Marcel Guillaume hebat dalam memecahkan permasalahan dari potongan badan korban. 
Marcel Guillaume

Satu diantara pembunuhan yang sukses ia ungkap yaitu pembunuhan Jean. Baptiste Noziere (1933). Ia sukses menyimpulkan kematian dari lelaki ini yaitu akibat keracunan barbiturat. Berbekal dari bukti itu, ia lantas mempelajari lebih jauh. Tenyata dalang dari pembunuhan itu yaitu Violette Noziere (18 th.) yang merupakan anak korban sendiri! 

Marcel Guillaume yang menyimpan kecurigaan pada Violette Noziere (Hilang ketika terjadinya pembunuhan) mengecek arsip Violette. Dari penelusurannya itu, nyatanya Violette peroleh ‘barang’ itu lewat cara menyamarkan jati dirinya jadi dr. Dero. 

Jalan Violette semakin mudah untuk membunuh orang tuanya dengan dipercayakannya dia untuk beli serbuk untuk kesehatan mereka (orangtua Violette) yang serbuk obat itu diganti dengan barbiturat yang digabung ke pada minuman orang tuanya. Dan, dapat ditebak sendiri minuman itu membua Sang ayah meregang nyawa keitika sang Ibu gawat.